Home / Berita Umum / Takdir Dipukuli Petugas Satpol PP Di Bone

Takdir Dipukuli Petugas Satpol PP Di Bone

Takdir Dipukuli Petugas Satpol PP Di Bone – Andi Takdir (30) , penyandang difabel memberikan laporan petugas Grup Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam persoalan dugaan penganiayaan kepada dirinya sendiri.

” Saya udah memberikan laporan terhadap Polres Bone serta sesudah itu memohon pemberian Instansi Pemberian Hukum (LBH) Makassar tentang apa yg saya alami, ” kata Takdir yg juga Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPID) Kabupaten Bone, di Kantor LBH Makassar, Kamis tempo hari. Dilansir dari Pada.

Peristiwa yg di alami Takdir kala dia berbarengan anaknya yg berusia empat th. menyaksikan temannya yg lagi tengah berlatih break dance di Lapangan Merdeka Bone, Sabtu (23/12) malam.

Di kala bertepatan, serangkaian petugas Satpol PP yg di pimpin Kepala Seksi Trantip berinisial Bhr menyudahi kesibukan break dance itu.

Takdir pernah mempertanyakan apa argumen menyudahi latihan itu lebih-lebih tak menggangu ketertiban umum, akan tetapi Bhr tambah berdalih kalau latihan itu dilanjutkan, bakal menyebabkan kerusakan taman yg baru direhabilitasi komplet dengan kolam air mancur itu.

” Saya lantas dituduh lagi tengah mabuk lantaran jatuh, walaupun sebenarnya kemungkinan kecil saya mabuk dengan situasi sesuai sama ini. Saya diperintah duduk serta dibentak-bentak maka dipukuli serta ditendang seperti orang bersalah, ” pungkasnya terhadap wartawan.

Bukan hanya itu, dia juga dipukuli beberapa anggota Satpol PP yg disaksikan anaknya. Bahkan juga mereka memukul dengan cara membabi buta walaupun sebenarnya dia seseorang penyandang disabilitas yg diperlukan perlindungan.

” Anak saya menyaksikan dipukuli serta dia pernah menanyakan, mengapa papa saya dipukul, yg patut dipukuli kan orang jahat. Apa salah papa saya dia bukan hanya orang jahat, ” kata Takdir menirukan perkataan anaknya.

Takdir juga menyampaikan tindak lanjut atas laporannya terhadap pihak kepolisian di Bone, sekarang lagi tengah diolah.

” Saya melapor ke LBH Makassar, sebab banyak pihak yg intimidasi serta teror yg dialamatkan terhadap dirinya sendiri, sehabis persoalan ini mencuat ke umum lewat jejaring sosial, ” pungkasnya.

Direktur LBH Makassar Haswandi Andy Mas pada waktu itu memaparkan pihaknya udah terima laporan tentang kronoligis peristiwa menurut hasil wawancara terhadap korban.

Tidak hanya itu pihaknya juga udah ajukan ke Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK) utk didapati biar beroleh perlindungan hukum.

” Kami bakal didampingi utk beroleh keadilan. Apakah kedepannya tersangka penuhi unsur atau tak, kita masih kawal, bahkan juga hingga di tingkatan penyidikan lantaran perbuatan ini terang tidak mematuhi hak asasi manusia. Seluruh pemeran yg terdeteksi di rekaman kami minta lekas di cek serta diputuskan menjadi tersangka, ” tegasnya.

Perihal terdapatnya dugaan banyak tersangka bakal laksanakan laporan balik, kata dia, LBH Makassar siap hadapi perlawanan itu sepanjang kliennya dinyatakan benar jadi perlindungan hukum masih jalan sama sesuai hasilnya.

” Kami masih menemani juga mengawalnya, sebab ada isyarat menghadap ke kriminalisasi. Korban jadikan tersangka kalau tak dikawal dengan baik sampai ke Polres Bone, ” pungkasnya.

About admin