Home / Pengadilan AS Jatuhkan Vonis 6 Tahun Penjara Terhadap Dokter Hewan, Gara-gara Ini

Pengadilan AS Jatuhkan Vonis 6 Tahun Penjara Terhadap Dokter Hewan, Gara-gara Ini

Pengadilan AS Jatuhkan Vonis 6 Tahun Penjara Terhadap Dokter Hewan, Gara-gara Ini – Pengadilan New York di Amerika Serikat (AS) menjatuhkan vonis enam tahun penjara pada seseorang dokter hewan asal Kolombia yang menyelundupkan heroin ke negara itu. Paket-paket heroin berupa cairan itu ditanam di perut anak-anak anjing yang dibawa si dokter ke AS.

Jumat (8/2/2019), dokter hewan bernama Andres Lopez Elorez (39) ini mengakui bersalah atas tuduhan berkonspirasi mengimpor heroin. Pengadilan pun memerintah Elorez untuk dideportasi ke Kolombia sesudah ia mengakhiri waktu hukumannya saat enam tahun penjara di AS.

“Dengan vonis ini hari, Elorez bertanggungjawab sebab dengan tidak di terima memakai ketrampilan kedokteran hewan yang dimilikinya untuk sembunyikan heroin di anak-anak anjing menjadi sisi dari pola import narkoba beresiko ke lokasi Amerika Serikat,” kata jaksa lokasi Eastern District of New York, Richard Donoghue, dalam pengakuannya.

Dijelaskan jaksa dalam persidangan jika pada tahun 2004 sampai 2005, Elorez menyewa satu peternakan di Medellin, Kolombia yang digunakannya untuk membesarkan anak anjing serta masukkan paket-paket heroin cair ke perut sembilan ekor anak anjing yang di kirim ke AS.

Dalam masalah ini, perut beberapa anak anjing itu dibedah oleh Elorez lantas paket heroin cair dimasukkan ke perut mereka, sebelum dijahit kembali.

Waktu dikerjakan pemeriksaan di peternakan itu tahun 2005 lantas, petugas berkuasa mengambil alih 17 paket heroin cair dengan berat keseluruhan sampai tiga kg. Dijelaskan jika 10 paket salah satunya diambil dari dalam perut anak-anak anjing itu.

Ditambahkan jaksa-jaksa AS dalam argumennya jika tiga ekor anak anjing mati terserang virus selesai melakukan pembedahan oleh Elorez.

Sebelum pada akhirnya diamankan di Spanyol tahun 2015, Elorez sudah sempat jadi buronan. Ia lalu diekstradisi ke AS pada Mei 2018 serta mulai diadili.

About admin