Home / Uncategorized / Ayah Beserta Anaknyah Tertimpa Longsor Didalam Galian Pasir

Ayah Beserta Anaknyah Tertimpa Longsor Didalam Galian Pasir

Ayah Beserta Anaknyah Tertimpa Longsor Didalam Galian Pasir – Tambang pasir serta batu (sirtu) ilegal di Dusun Glogok, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menelan korban jiwa. Empat penambang tewas tertimpa reruntuhan tebing setinggi 15 mtr., pagi barusan.

Tangisan pecah saat jenazah Kodir (60) tiba dirumah duka, di Dusun Glogok. Istri almarhum, Rika tidak kuasa lihat jasad suaminya di turunkan dari ambulans.

Berulang-kali ia meronta menyebut nama sang suami yang telah memberikannya dua orang anak itu. Mata wanita paruh baya itu juga tidak henti melihat muka sang suami yang telah berselimut kafan. Berbarengan dengan itu, butiran bening terlihat mengalir deras dari sudut-sudut ke-2 matanya. Kepergian Kodir, betul-betul buat ketegaran wanita berumur 52 th. itu roboh.

Belum juga kelar Rika mencurahkan kepedihannya, fakta pahit kembali datang. Cuma berselang sebagian menit, jasad beda kembali datang. Ya, dia yaitu Wijanarko (35) , putra sulungnya yang tewas karena tertimbun longsor dengan sang bapak.

Wanita itu tidak dapat banyak berbuat. Ia cuma dapat bersimpuh pasrah atas musibah yang dihadapi. Pagi barusan yaitu detik paling akhir Rika bertemu dengan suami serta anaknya yang sampai kini jadi penopang keperluan keluarga.

Di mata keluarga, Kodir yaitu kepala rumah tangga yang baik, bertanggungjawab serta tidak neko-neko. Dia banting tulang jadi penambang pasir serta batu untuk memenuhi keperluan keluarga.

” Beliau orangnya baik, dari dahulu memanglah kerjanya mencari pasir di samping itu, ” kata Umi (33) , kerabat Kodir, waktu didapati di tempat tinggalnya.

Umi mendengar berita duka sebentar sesudah momen longsor berlangsung. Sebab, jarak tempat tinggal Kodir dengan tempat pertambangan tidak demikian jauh serta tetap dalam satu dusun. Ia juga pernah shock waktu mendengar berita ayah serta anak itu jadi korban longsor.

” Barusan saya pernah bercakap sama istrinya, dia narasi bila Pak Kodir serta Wijanarko belum juga pernah sarapan waktu pergi. Selalu ada berita bila keduanya wafat karna longsor pasir, ” tutur Umi yang tidak dapat sembunyikan kesedihannya.

Seirama dengan Umi, Pingki yang kerabat Kodir, mengakui terhentak waktu mendengar musibah itu. Ia tidak menganggap, akan kehilangan tiga orang kerabat sekalian. Sebab, Iswanto (35) yang satu diantara korban tewas, adalah keponakan Kodir.

” Mereka bertiga senantiasa bekerja bersama. Pak Kodir ini orangnya begitu baik, jadi itu ia senantiasa mengajak saudara-saudaranya bila bekerja. Tujuannya supaya semua dapat memperoleh hasil. “

About admin